RISTEK-MTIC AWARD adalah suatu penghargaan yang diberikan oleh Martha Tilaar Innovation Center bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi
Untitled Document

Home » Berita » Ristek-MTIC Award Kembali Digelar Dengan Lingkup Green Science

Ristek-MTIC Award Kembali Digelar Dengan Lingkup Green Science
08 Mar 2012

Kebanyakan industri terlalu sibuk dengan masalah komersialisasi, umumnya menghindari Riset dan Pengembangan, terutama Riset, karena harus menginvestasi biaya yang sangat tinggi, sehingga tidak memiliki sarana dan prasarana penelitian yang memadai. Pada akhirnya kebanyakan produk yang dihasilkannya bukanlah hasil dari satu penelitian.


Sementara di pihak lain, peneliti dari perguruan tinggi atau dari lembaga-lembaga penelitian yang memiliki fasilitas yang cukup baik, tidak memahami keinginan konsumen dan kurang berorientasi ke pasar sehingga penelitian mereka kurang pragmatik atau tidak sejalan dengan kebutuhan konsumen. Biasanya penelitian mereka berhenti pada skala laboratorium dan tidak ditindak lanjuti menjadi skala produksi.


Dari sisi konsumen, mereka mengharapkan suatu produk yang memiliki efek segera sehingga industri yang tidak bertanggung jawab akan mengeluarkan produk sub standar dengan menggunakan bahan yang seharusnya dilarang.


Untuk menjembatani hal tersebut, Martha Tilaar Innovation Center (MTIC)  bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi kembali menyelenggarakan kompetisi “RISTEK-MTIC AWARD”  untuk mendukung kegiatan riset para peneliti di Indonesia serta meningkatkan kesadaran bagi masyarakat luas dalam pemanfaatan kekayaan alam Indonesia khususnya di bidang kesehatan, obat-obatan dan kecantikan. Hal itu dikemukakan oleh Martha Tilaar disaat audiensi ke Menristek Gusti Muhammad Hatta pada 2 Maret 2012 di Ruang Rapatnya.


Ristek-MTIC Award adalah suatu penghargaan yang diberikan oleh Martha Tilaar Innovation Center bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi dalam upaya   memotivasi para peneliti agar dapat memadukan indigenous knowledge (pengetahuan leluhur), teknologi, sumber daya alam Indonesia dan consumer insight dalam   kegiatan penelitiannya dan meningkatkan kesadaran konsumen dalam pemanfaatan kekayaan alam Indonesia khususnya di bidang kesehatan, obat-obatan dan kecantikan”,ujar Martha Tilaar mengawali paparannya.


Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2007 dan diikuti oleh: 66 peserta untuk kategori peneliti dan 482 peserta untuk kategori konsumen. Dilanjuti dengan “Seminar Intensif Dalam Teknologi Kosmetika” pada tahun 2008 untuk membekali para peneliti agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang tren-tren teknologi yang lebih berorientasi pada komersialisasi”, lanjutnya.


Untuk tahun 2012, Ristek MTIC Award  akan bertajuk “Riset Bahan Alam Berbasis Konsep Ramah Lingkungan untuk Kecantikan dan Kesehatan”, dengan tujuan meningkatkan kerjasama antara pihak industri dengan akademi/institusi dan pemerintah, memperdalam pengetahuan dan pemanfaatan akan kekayaan tanaman Indonesia, memberi dukungan dan penghargaan kepada para peneliti Indonesia, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konsep ramah lingkungan untuk pelestarian lingkungan”, jelas Ana S. Ranti Konsultan MTIC selaku Panitia penyelenggara kompetisi.


Ruang Lingkup kompetisi kali ini mencakup penelitian yang menerapkan konsep ramah lingkungan (konsep “green science”) yang dapat meliputi: Green Resources: penggunaan bahan dasar alami Indonesia dengan kebijakan ramah lingkungan, Green Development: proses pengembangan yang ramah lingkungan, Green Process: proses produksi yang aman, efisien dan ramah lingkungan serta  Green Output: hasil atau produk yang ramah lingkungan dan aman. Sedangkan peserta adalah para peneliti di bidang farmasi, kedokteran, biologi dan kimia, serta bidang terkait lainnya  juga para mahasiswa Pascasarjana”, lanjut Ana.


Pengalaman Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) dalam hal manufacturing , teknologi, consumer insight, dan branding, diharapkan dapat lebih memperkaya kolaborasi dengan perguruan tinggi atau lembaga-lembaga penelitian untuk menciptakan suatu inovasi yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing dan memuaskan pelanggan secara berkesinambungan.

Kita menyadari bahwa banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti baik di perguruan tinggi maupun di institusi / lembaga penelitian tetapi mungkin belum sampai pada tahap untuk dapat diimplementasikan dalam skala produksi sehingga belum menghasilkan suatu produk yang dapat dirasakan atau digunakan oleh masyarakat secara luas.


Cita-cita luhur Martha Tilaar untuk senantiasa menghasilkan inovasi dan kreasi serta perbaikan yang berkesinambungan dengan berlandaskan kearifan budaya dan pengetahuan leluhur, bermodalkan keanekaragaman hayati Indonesia, serta dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ini mendapat sambutan hangat dari Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta.


Selaras dengan rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 17  yang direncanakan berpuncak di Bandung pada tanggal 10 Agustus 2012, beliau setuju untuk menyelenggarakan "Kompetisi RISTEK - MTIC AWARD ini, sebagai rangkaian agenda Hakteknas 2012 dimana  menurut beliau,  “MTIC  dapat di katakan sebagai salah satu pahlawan inovasi dari pihak industri”, ujar Mennegristek.


Diakhir audiensi, Martha Tilaar menyerahkan buku “Green Science” pada Menristek dan sekaligus mengundang Menristek dan jajaran Kemenristek utk berkunjung ke “Kampung Jamu” Martha Tilaar di Cikarang dan akan ditindak lanjuti oleh Anny Sulaswatty kabiro hukum dan humas Ristek yang saat itu mendampingi Menristek dan acara audiensi MTIC. Dikesempatan yang sama Menristek menyerahkan Buku “Inovasi 103” pada Martha Tilaar.


ARSIP BERITA :